๐ Sebelum kita mengetahui kedudukan garis terhadap bidang, kita harus mengenal titik, garis dan bidang terlebih dahulu! ๐
1. Pengertian Titik, Garis, dan Bidang
Titik adalah konsep abstrak yang tidak berwujud atau tidak berbentuk, tidak mempunyai ukuran atau besaran, tidak mempunyai panjang, tidak mempunyai lebar dan tidak mempunyai tinggi. Untuk menggambarkan titik diperlukan simbol atau model, seperti berikut:
▲ ⬟ ▰ ◼ ●
Simbol atau model dari sebuah titik biasanya
diberi nama. Nama untuk sebuah titik biasanya di lambangkan dengan huruf
kapital yang diletakan dekat pada titik. Misalnya:
●A ●B
Garis adalah ide atau gagasan yang bentunya lurus
memanjang kedua arah, tidak terbatas, tidak mempunyai lebar, tidak mempunyai
tinggi dan tidak bisa disentuh. Untuk menggambar sebuah garis dapat dilakukan dengan membuat goresan alat tulis
sebagai berikut :
Menamai sebuah
garis dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara. Pertama dengan sebuah huruf
kecil pada salah satu ujung garis. Kedua menggunakan dua huruf besar yang
diletakan pada dua titik pada garis tersebut. Dibawah adalah cara menamai garis
sebagai berikut :
Bidang diartikan sebagai permukaan rata yang meluas
kesegala arah, memiliki panjang,memiliki lebar, tidak mempunyai tebal dan
tidak dapat disentuh. Misalkan bagian permukaan kaca, permukaan
lantai, permukaan lembar kertas atau permukaan dinding tembok kelas. Model gambar dari bidang :
Memberi nama suatu bidang dapat menggunakan
huruf kecil, huruf besar atau huruf-huruf yunani seperti alfa, beta dan gama.
Ruang diartikan
sebagai unsur geometri yang mempunyai panjang, lebar dan tinggi yang terus
mengembang tidak terbatas. Oleh karena itu ruang disebut sebagai bangun tiga dimensi karena memiliki tiga unsur yaitu panjang, lebar dan tinggi. Contohnya
yaitu kubus, balok, prisma dan lain-lain
2. Kedudukan Garis terhadap Garis
Perhatikan gambar rel kereta api di samping. Bila kita lihat sekilas, rel tersebut nampak sebuah garis lurus yang antara bagian besi yang satu dengan besi lainnya saling sejajar.
Bagamana sebenarnya posisi sejajar itu? Lalu apakah ada posisi yang lain pada suatu garis?
Untuk lebih memahami kedudukan garis terhadap garis, mari kita perhatikan aktivitas Ali, Farah, Rahmi, Ana, dan Lala berikut ini!
Pada suatu hari libur, Ali, Farah, Rahmi, Ana, dan Lala akan menghadiri acara pernikahan temannya yang bertempat di daerah Godean. Rumah Ali berada di jalan Magelang, rumah Farah berada di jalan Monjali, rumah Rahmi berada di jalan Wates, rumah Ana berada di jalan Bantul, dan rumah Lala berada di jalan Imogiri Timur. Denah lokasi pernikahan ada di bawah ini
Jawab pertanyaan dibawah ini dengan memperhatikan denah di atas.
- Apa kedudukan antara jalan Monjali dengan jalan Magelang?
- Apa kedudukan antara jalan Bantul dengan jalan Wates?
- Apa kedudukan antara jalan Kaliurang dengan jalan Wonosari?
KESIMPULAN
- Dua garis dikatakan berimpit jika kedua garis itu mempunyai tak hingga banyaknya titiknya persekutuan (lebih dari satu titik persekutuan).
- Dua garis dikatakan sejajar jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan tidak mempunyai titik persekutuan.
- Dua garis dikatakan bersilangan (tidak berpotongan dan tidak sejajar) jika kedua garis tersebut tidak terletak pada satu bidang
3. Kedudukan Garis terhadap Bidang
.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar